disqus

Guru Besar UI: Brazil Perburuk Hubungan Lindungi Pengedar Narkoba


INDONESIANSTUDY.com - Presiden Brasil Dilma Rousseff akan menerima surat kepercayaan (credential) dari sejumlah Duta Besar (Dubes) negara sahabatnya, termasuk Indonesia, tiba-tiba meminta Dubes Indonesia Toto Riyanto untuk tidak turut dalam rombongan tersebut tanpa memberi alasan. Padahal Toto secara resmi jauh-jauh hari telah mendapat undangan dan telah berada di Istana di Brasil.
Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, sikap Brasil ini bisa membuat hubungan dengan Indonesia menjadi lebih buruk sejak eksekusi mati terhadap salah satu warga Brazil Marco Archer Cardoso Moreira pada 18 Januari 2015 lalu.
"Tindakan Brasil ini berisiko memperburuk hubungan antara 2 negara yang telah lama terjalin dan saling menguntungkan," ujar Hikmahanto Sabtu (21/02). Atas perlakuan pemerintah Brasil terhadap Dubes Toto, Menlu RI Retno LP Marsudi telah memanggilnya pulang ke Indonesia untuk berkonsultasi. Pada saat yang bersamaan Kemlu juga telah melayangkan nota protes diplomatik.
"Tindakan Kemlu telah benar. Indonesia tentu tidak bisa menerima perlakuan dari pemerintah Brasil," kata Hikmahanto. Meski tidak disampaikan alasan, kata Hikmahanto, dugaan kuat karena protes pemerintah Brasil atas 1 warganya yang telah dihukum mati dan 1 lagi yang akan menjalani hukuman mati.
"Pemerintah Brasil telah memulai tindakan untuk memperburuk hubungan dengan Indonesia semata karena melakukan perlindungan yang berlebihan atas warganya yang melakukan kejahatan yang serius," ujar dia. (red)

Related

international 1899229305820321673

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item