disqus

Putri Suryandari, Menggali Konsep Arsitektur Cerdas Berbudi Sebagai Basis Pengembangan Pendidikan

        INDONESIANSTUDY.com  - Senior Lecturer in Architecture programe Fakultas Tehnik (FT) Universitas Budi Luhur (UBL), Putri Suryandari, ST, M.Ars pada acara wiisuda Ahli Madya, Sarjana, Magister Universitas dan Akademi Sekretari Budi Luhur di JHCC (03/10) mengatakan, Program Studi Arsitektur FT Budi Luhur sebagai institusi pencetak sarjana, harus melakukan upaya-upaya baru sesuai perkembangan jaman agar kualitas lulusan yang dihasilkan unggul di bidangnya.
        Dia mengutip,  apa yang sudah diarahan pendiri Yayasan Pendidikan Budi Luhur, Bapak Djaetun Harjo Saputro dalam mengembangkan kurikulum pendidikan di Budi Luhur harus berlandaskan kecerdasan dan keluhuruan budi. “Beliau mengatakan, Cerdas berbudi Luhur adalah dua hal yang tidak terpisahkan, yakni kecerdasan tanpa dilandasi budi yang luhur cenderung digunakan untuk membodohi dan mencelakakan orang lain, dan sebaliknya budi luhur tanpa diimbangi kecerdasan akan merupakan sasaran kejahatan dan penindasan orang lain,”Ucap Putri, Kaprodi Arsitektur FT UBL.
        Sempat men jadi Kaprodi berprestasi Nasional pilihan Dikjen Dikti pada 2013 lalu Putri memaparkan, berlandaskan keinginan untuk mendapatkan sumber daya manusia di bidang Arsitektur yang unggul sesuai arahan pendiri Yayasan Budi Luhur, maka konsep pendidikan yang di gagasnya adalah Arsitektur Cerdas Berbudi Luhur.

Berikut adalah Orasi Ilmiah Putri Suryandari dalam acara tersebut:

Menggali Konsep Arsitektur Cerdas Berbudi Luhur

Kondisi pemanasan global saat ini sudah sampai ke negara kita. Arsitektur adalah penyumbang terbesar dalam Global Warming (60%).  Studi konsultan energy Inggris, Max Fordam, mengatakan bahwa negara-negara maju yang energy dependent (Indonesia 36-45%), bangunannya mengonsumsi 50% total konsumsi minyak nasional. Hal ini memperlihatkan betapa rentannya peran arsitek dalam menyumbang CO2 yang memicu pemanasan global. Pertanyaannya bagaimana itu bisa terjadi?

Berawal dari masa arsitektur industri (1800-1900), dimana tampilan arsitektur dunia didominasi oleh arsitektur modern dengan paham internasionalnya. Bangunan arsitektur merupakan hasil produksi manufaktur. Komponen komponen bangunan dapat di produksi secara massal dan dipergunakan dimana saja tanpa terlalu mempertimbangkan karakteristik iklim dan budaya lokal serta minimalisasi ornamen. Karya arsitektur pada masa ini mengandalkan konsumsi energi secara besar besaran baik pada masa pembangunannya maupun pada masa operasionalnya.

Untuk memperoleh kenyamanan visual dan thermal (kontrol lingkungan), penggunaan AC (Air Conditioning) dan lampu yang boros energy menjadi jalan keluarnya. Penemuan elevator pengganti tangga atau peralatan-peralatan ME lainnya membuat manusia menjadi terbiasa, tanpa sadar menggunakan energy berlebihan. Padahal Untuk mencapai kenyamanan thermal maupun visual dalam bangunan, kondisi lingkungan internal (temperatur, kelembaban, tingkat iluminasi) dapat diatur tanpa ataupun dengan menggunakan peralatan teknologi mekanikal elektrikal yang menggunakan energy dari sumber yang tidak dapat diperbarui.

Dr. Ir. Eddy Priyanto, CES, penerima Award PII 2007 untuk Konsep Rumah Hemat Energi, dengan tegas menyatakan bahwa bangunan yang tidak hemat energy adalah 80% kesalahan desain arsitekturnya. Sebuah fakta dan justifikasi yang menyakitkan namun merupakan tantangan bagi para arsitek pada masa kini.





Arsitektur Cerdas Berbudi Luhur Seperti Apa?

Menjadi cerdas dalam arsitektur itu sendiri sebetulnya harus dapat menjawab banyak aspek didalamnya, tidak hanya melulu masalah sustainability. Arsitektur harus dapat bekerja melayani penggunanya (lifestyle), berinteraksi dengan site, serta menawarkan kelebihan, jika dibandingkan terhadap rancangan umumnya seperti utilisasi ruang yang maksimal, ruang yang fleksibel, biaya yang efektif dan lain sebagainya.

Menjadikan arsitektur yang berbudi luhur, berarti bangunan terus mampu mengikuti perkembangan jaman (sustainnable). Seperti konsep yang dihembuskan dalam Brundland Comision tahun 1987 bahwa, “Arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang memenuhi kebutuhan  saat ini, tanpa mencurigakan kemampuan dari  generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda dengan masyarakat  daerah satu dg daerah yg lain dan ditentukan oleh orang yang terlibat didalamnya.

Tahun 2007 saya membawakan presentasi Internasional di Univ L’Oreintale Napoli Italy, dg judul, Mix and Match Traditional and Modern Technology, toward Sustainable Architectural Housing in the Tropics. Konsep Modern lebih pada penguasaan dan pemanfaatkan inovasi ilmu dan teknologi. Sedangkan konsep Tradisional lebih memperhatikan  kepada wawasan lingkungan dan kekayaan serta filosofi lokal.

Tahun 2010 saya meneruskan lagi penelitian saya dan saya presentasikan lagi ke tingkat Internasiona yaitu di Universitas Gotenberg Swedia, mengenai Disharmony In Space Of Authorization On Settlement and Urban Facility. Disini saya menekankan bahwa Arsitektur Kota di pengaruhi oleh penguasa. Dari 3 kekuasaan besar yang terdapat di Indonesia, penataan terburuk mucul paska Reformasi. Kondisi iklim, geografis dan budaya tradisional tidak menjadi bagian pemikiran dalam disain kota Sehingga bangunan tidak memiliki kepribadian dan menjadi penyumbang terbesar Global Warming..

Dalam hal ini pengembangan Arsitektur Cerdas Berbudi Luhur selain tetap memperhatikan teknologi dan konstruksi modern, sumber daya alam, juga harus menerapkan filosofi lingkungan tradisional. Sehingga tidak meninggalkan warisan lama, bisa digunakan saat ini dan masa yang akan datang tetap dapat bermanfaat.

Akhirnya di penutupan orasi ilmiahnya Putri, istri dari Ir. Danny Febianto serta ibu dari 3 putra ini menyatakan bahwa, “Pendidikan Arsitektur Cerdas Berbudi Luhur terlebih dahulu haruslah mampu mendidik mental-mental calon Arsitek yang berbudi luhur, guna menghasilkan karya-karya yang Cerdas Berbudi Luhur, bermanfaat bagi bumi dan mahluk-mahluk yang ada diatasnya.”

di bacakan oleh Putri Suryandari, ST,M.Ars,. Putri adalah Kaprodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur yang juga merupakan Kaprodi berprestasi Nasional pilihan Dikjen Dikti tahun 2013.(Putri/ysf)



Related

education 6689547936528738231

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item