disqus

Pertamina Dinilai Bisa Kelola Blok Mahakam Secara Mandiri

Pertamina Dinilai Bisa Kelola Blok Mahakam Secara Mandiri

INDONESIAN STUDY.com – JAKARTA – Pengelolaan Blok Mahakam oleh PT Pertamina (Persero) tanpa melibatkan PT Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation menjadi pilihan ideal demi ketahanan energi nasional.

Meski berisiko, PT Pertamina (Persero) dinilai mampu dan akan lebih banyak mendapat keuntungan dengan mengelola sendiri Blok Mahakam.

Pengamat Energi Rudy Laksmono Widayatno dalam keterangan tertulisnya meminta Pertamina harus berani mengelola sendiri dan harus bisa. Ini untuk menunjukkan ke depan bahwa kita mampu.
Rudy yang  menjabat sebagai Kepala Program Studi Ketahanan Universitas Pertahanan tersebut menjelaskan,  keterlibatan Total dan Inpex sudah tidak diperlukan lagi.

"Selain kontraknya sudah habis, kedua perusahaan tersebut sudah lama mengelola dan mengolah Blok Mahakam yang diikuti dengan karyawan Indonesia. Dia mengakui, keputusan mengelola sendiri pastinya memiliki risiko sendiri," kata Rudy.

Risiko yang dihadapi Pertamina antara lain potensi penurunan produksi. Meski demikian, Rudy menilai Pertamina akan memperoleh banyak keuntungan dengan mengelola sendiri.

”Akan ada proses pembelajaran langsung. Walaupun sementara akan turun sebentar kemudian akan naik karena sudah menguasai teknologi pengelolaan dan pengolahan,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, butuh dukungan politis bila kemudian diputuskan untuk mengelola sendiri. Kontrak pengelolaan Blok Mahakam yang dimiliki PT Total EP Indonesie dan Inpex Corporation akan berakhir Desember 2017. Pemerintah memutuskan menyerahkan hak pengelolaan 100 persen Blok Mahakam kepada Pertamina.

Di sisi lain, pemerintah juga mengizinkan Pertamina menggandeng Total dan Inpex sebagai mitra. Sebab, dua perusahaan migas ini sudah berpengalaman mengelola blok di Kalimantan Timur.

Tapi, kepemilikan Total dan Inpex di Blok Mahakam dibatasi maksimal 30 persen. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto sebelumnya mengatakan, Pertamina saat ini masih mempersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam.

Pada masa transisi, perseroan mengevaluasi investasi apa saja yang dibutuhkan. Menurut Dwi, Total sampai saat ini belum menyatakan kesediaannya untuk masuk dan ikut serta dalam pengelolaan Blok Mahakam bersama Pertamina.

Pertamina memberikan waktu hingga Juni 2016 kepada Total E&P untuk menentukan sikap pasca-berakhirnya kontrak pengelolaan Blok Mahakam pada 2017. Jika Total tidak juga memutuskan untuk ikut serta dalam pengelolaan pasca 2017, Pertamina siap mengelola sendiri Blok Mahakam mulai 2018.(ysf)

Related

national 6998926122026358878

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item