disqus

Simposium Napak Tilas Bahasa, Sejarah dan Budaya Kaur Arahkan Bengkulu Pada Kemajuan





INDONESIANSTUDY.com - JAKARTA - Dalam rangka menyongsong Wonderful Bengkulu 2020 dan HUT Provinsi Bengkulu yang ke 49, Persatuan Warga Kabupaten Kaur (PWKK) Jabodetabek dan Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Universitas Sahid Jakarta melalui Pusat Studi Gender (PSG) menyelenggarakan Acara Simposium Nasional Napak Tilas Bahasa, Sejarah & Budaya Kabupaten Kaur 2017.

Acara digelar di Auditorium Museum Nasional Indonesia Jakarta di hadiri Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (diwakilkan) didampingi Rektor Universitas Sahid Jakarta Prof. Dr. Ir. Kohar Sulistyadi, MSIE,. dan Sekjen PWKK Jabodetabek Elly Dasna Taher.
Ketua Umum Persatuan Warga Kaur (PWKK) Se Jabodetabek  - Iskandar Novianto menjelaskan, Simposium Nasional ini sebagai Kebangkitan seni budaya Kabupaten Kaur sebagai aset pembangunan Provinsi Bengkulu.
Dia menyebutkan, kemajuan teknologi yang tidak terbendung di berbagai bidang siap mengalahkan peran manusia dalam pekerjaan yang dilakukan secara konvensional.

“Perubahan yang sangat cepat dapat menggulung eksistensi manusia yang tidak akan mampu berkompetisi dengan teknologi kecuali apabila manusia mampu mengarahkan kemana teknologi dikembangkan bagi kesejahteraan hidup manusia,”katanya.

Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah III BPKP  itu menambahkan, hanya manusia yang memiliki kesadaran dan kemampuan mengembangkan kekuatan yang dimilikinya. Dengan akal budi manusia nilai – nilai luhur manusia, budaya, bahasa dan sejarah kehidupan manusia sebagai suatu Continuous Experience, Knowledge and Improvement.

“Pada saat ini dan ke depan maka pemahaman yang kuat terhadap nilai – nilai luhur budaya menjadi benteng pertahanan dan kemampuan manusia dalam melanjutkan kehidupan menghadapi tantangan perubahan kedepan,” tambahnya.
Dia berharap dengan terselenggaranya Simposium Napak Tilas ini Kabupaten Kaur dapat menjadi tonggak sejarah bagi kemenangan manusia Kaur khususnya dan manusia Bengkulu pada umumnya dalam mengubah paradigma kemana kemajuan dan perubahan lingkungan itu mesti di arahkan.

Simposium yang dibagi menjadi 2 sessi ini diawali keynote speech Paradigma baru dalam Pariwisata oleh Helmy Yahya Tokoh Masyarakat Sumatera Selatan & Budayawan Nasional.

Sessi I dengan topik Dialektika Bahasa Kaur dan Keunikannya akan diisi para pembicara Chairitha Rahmasani, S.Si – Konsultan/TA bidang GIS/Pemetaan, Dr. Dra. Manik Sunuantari, M.Si – Dekan Fak. Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta dan Prof. H. Hudan Hidayat Gozali – Sastrawan / Tokoh persuratan dunia dengan moderator Baharudin AS, SH.MM.

Sessi II dengan topik Sejarah Budaya Kaur akan diisi para pembicara Dra. Zusneli Zubir, M. Hum – Peneliti pada Balai Pelestarian Budaya Nasional Sumatra Barat / Penulis buku, Dra. Elly Yuniarti, MS – Kasubdit Ketahanan Seni dan Budaya Kemendagri RI dan Almin, S.Sos – Team peneliti lembaga Sriwijaya Ufuk Timur dengan moderator Reko Saprianto, SE.MSi.Ak.CA .
Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI  Triana Wulandari berpesan kepada generasi muda agar terus menggali sejarah lokal sebelum menggali Sejarah Nasional untuk menguatkan jati diri dan identitas bangsa.(ysf)




Related

national 2655865652258991696

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item