disqus

Simposium Nasional Napak Tilas Sejarah dan Budaya



 Usahid Kawal Pembangunan Daerah





INDONESIANSTUDY.com – JAKARTA - Dalam rangka HUT Provinsi Bengkulu yang ke 49 dan menyongsong Wonderful Bengkulu 2020, Persatuan Warga Kabupaten Kaur (PWKK) bersama Universitas Sahid Jakarta menyelenggarakan Simposium Nasional Napak Tilas Bahasa, Sejarah & Budaya Kabupaten Kaur 2017 melalui Pusat Studi Gender (PSG).

Acara digelar di Auditorium Museum Nasional Indonesia Jakarta Pusat bersama Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu dan Simposium Nasional mengangkat tema Kebangkitan seni budaya Kabupaten Kaur sebagai aset pembangunan Provinsi Bengkulu (13/10).

Rektor Universitas Sahid Jakarta Kohar Sulistyadi mengatakan, sebagai pengabdian kepada masyarakat,  PSG Universitas Sahid berupaya mengawal pembangunan daerah. Terhitung sejak tahun 2016 Usahid telah berperan aktif dalam berbagai pendampingan membangun masyarakat Kabupaten Kaur khususnya yang memiliki banyak potensi pariwisata dan budaya yang mampu menghasilkan tingkat kesejahteraan bagi masyarakatnya.

“Universitas Sahid memiliki Pola Ilmiah Pokok (PIP) Kepariwisataan & Kewirausahaan dalam hal ini terpanggil untuk berkontribusi mengembangkan potensi daerah Kabupaten Kaur. Simposium Nasional ini diharapkan dapat memperkenalkan dan mempublikasikan kepada masyarakat Indonesia khususnya dan mancanegara umumnya meningkatkan minat berwisata ke Kabupaten Kaur menyongsong Visit Bengkulu 2020 menuju Bengkulu yang lebih berdaya saing, mandiri dan sejahtera,” kata Rektor dalam sambutannya.


Di lokasi yang sama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Sahid Giyatmi Irianto menambahkan,
sebagai lembaga pendidikan universitas sahid memiliki tridarma perguruan tinggi dan pengabdian masyarakat yang memiliki pusat study gender yang ingin berperan aktif dalam proses pemberdayaan pariwisata daerah, karena menurutnya di Indonesia banyak potensi sejarah dan budaya yang unik pada setiap daerah yang mampu menggiatkan pariwisata.

"Ini sangat penting sekali, kami mendukung Kabupaten Kaur  untuk membangkitkan pariwisatanya dan berupaya untuk berperan aktif bersinergi mengembangkan
Provinsi Bengkulu," ucap Giyatmi.

Simposium dibagi menjadi dua, sessi I dengan topik Dialektika Bahasa Kaur dan Keunikannya akan diisi para pembicara Chairitha Rahmasani Konsultan/TA bidang GIS/Pemetaan, Manik Sunuantari, Dekan Fak. Ilmu Komunikasi Universitas Sahid  dan Hudan Hidayat Gozali  Sastrawan / Tokoh persuratan dunia dengan moderator Baharudin.


Sessi II dengan topik Sejarah Budaya Kaur akan diisi para pembicara Zusneli Zubir, Peneliti pada Balai Pelestarian Budaya Nasional Sumatra Barat / Penulis buku Elly Yuniarti, Kasubdit Ketahanan Seni dan Budaya Kemendagri RI dan Almin, Team peneliti lembaga Sriwijaya Ufuk Timur dengan moderator Reko Saprianto.(ysf)


Related

national 5282726344433686707

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item