disqus

FGD Fokus Sinergi Indonesia Jadikan Sampah Bernilai Ekonomi


Usahid Berperan Aktif Lakukan Berbagai Riset


INDONESIANSTUDY.com - JAKARTA - Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini dan Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Forum Komunikasi (FOKUS) Sinergi Indonesia Peduli Sampah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Nasional Pengelolaan Sampah melalui Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Lembaga Masyarakat (LM) Tahun 2019 (16/04/19).

FGD dengan tema “ Sinergi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Masyarakat (LM) dan Pemangku Kepentingan Melalui Peran Perempuan dan  Ibu Rumah Tangga dalam Pengurangan dan Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Tahun 2019 “, dibuka secara resmi oleh Dirjend Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 Kementrian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK).

FOKUS Sinergi ini diprakarsai oleh Ibu Jurika Pratiwi selaku Ketua Poros Hijau DKI Jakarta  yang didukung oleh 48 Lembaga Masyarakat Sinergi Bersama antara lain Pusat Studi Gender Universitas Sahid Jakarta, Lembaga Masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Perempuan,  Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (LAPEMINDO) dan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) menginisiasi “ Gerakan Bersih Nasional ”.

FGD dibagi menjadi 2 sessi ini diawali sessi I dengan topik “Strategi Nasional Pengelolaan Sampah” oleh Novrizal Tahar (Direktur Pengelolaan Sampah KLHK) dan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengurangan dan penanganan Sampah” oleh Kepala Dinas LH DKI PLT. Novrizal mengajak perubahan perilaku masyarakat untuk Peduli Sampah guna mendukung Budaya bersih, mengingat 72% masyarakat Indonesia saat ini masih belum memiliki kepedulian terhadap sampah. 

Sessi II dengan topik “Budaya bersih dalam pengelolaan sampah melalui peran serta perempuan” diisi oleh Sri Bebasari dan topik “Mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan, di dunia usaha Mikro Kecil & Menengah dan  Koperasi, mengelolah sampah bahwa sampah memiliki nilai ekonomis oleh Syahnan Phalipi (Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah).

Permasalahan sampah khususnya di ibukota tidak dapat diselesaikan bila hanya bergantung pada Pemerintah, peran serta secara aktif dari berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pengelolaan sampah. Seperti kota Jakarta, setiap harinya  menghasilkan sampah sebanyak 2,5 juta ton, dan 70% nya dihasilkan dari aktivitas domestic.   

Hampir semua sampah yang dihasilkan di Kota Jakarta di buang ke TPST (Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu) Bantar Gebang.   Kemampuan Bantar  Gebang dalam menampung sampah  sangat terbatas, dari riset terakhir, usia pakai bantar gebang hanya  sampai dengan tahun 2021.  

Tentunya kondisi ini sangat mengkhawatirkan bila tidak ada upaya yang terintegrasi dan  berkesinambungan serta melibatkan seluruh stakeholder  dalam  mengelola  sampah.  Rumahtangga sebagai garda terdepan dalam upaya pengelolaan sampah, tentunya memiliki peran yang strategis dalam berbagai upaya, mulai dari mereduksi sampah, memilah sampah hingga memanfaatkan sampah yang bernilai ekonomis. 



Rektor Universitas Sahid Jakarta- Prof Dr. Ir.k Hardinsyah, MS menyatakan bahwa melalui Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik dan Pusat Studi Gender Universitas Sahid Jakarta  yang tergabung dalam  Forum Komunikasi (FOKUS) Sinerji Indonesia  berperan aktif  mendukung upaya pemerintah dalam mereduksi sampah khususnya di DKI Jakarta.   

Sinergi dari berbagai komponen  baik dari unsur Pemerintah, Akademisi, Swasta dan Masyarakat dalam menggerakan budaya masyarakat yang ramah terhadap sampah dan upaya-upaya inovatif  dalam pengelolaan sampah menjadi unsur penting dalam mewujudkan kota yang bersih dari sampah. 

Lebih lanjut Rektor menyatakan bahwa  Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik  melalui kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat  telah melakukan berbagai  riset dalam pemanfaatan  limbah padat /sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis  dan ramah terhadap lingkungan.  Dekan Fakultas Teknik Usahid Dr. Ninin Gusdini menyatakan PS Teknik Lingkungan telah turut mendampingi masyarakat dalam membudayakan pilah sampah dan reduksi sampah di sumber. 

 “ Gerakan Bersih Nasional” ini diharapkan mendapatkan dukungan dari Kementerian Kabinet Kerja guna terwujudnya Sinergi Nasional antara Pemerintah dan Lembaga Masyarakat (LM) dalam penanggulangan dan penyelesaian masalah sampah yang terjadi saat ini dalam rangka percepatan target dengan pengurangan  sampah sebesar 30 % dan penanganan 70 % di tahun 2025, strategi dalam pengelolaan sampah akan dilaksanakan sesuai dengan amanat UU No: 18 Tahun 2018.

Di akhir acara dibacakan Rumusan Kesimpulan dan Rekomendasi FGD oleh Ketua Forum Komunikasi (FOKUS) Sinerji Indonesia - Jurika Fratiwi. Dilanjutkan dengan pernyataan Deklarasi kemitraan bersama  FOKUS Sinergi Indonesia diikuti  segenap hadirin dalam peduli sampah dan kampanye Indonesia Bersih.

Diharapkan pelaksanaan FGD ini akan berlanjut dalam puncak kegiatan pada tanggal 6-8 Mei 2019 dalam rangkaian acara Seminar Nasional Gerakan Bersih Nasional yang didukung  Pameran oleh sponsor perusahaan peduli sampah dan berbagai lomba kreativitas hasil dari recycle sampah yang bernilai ekonomis. 

Related

national 5813119114060376895

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item