disqus

UBL dan TNI AL Tingkatkan Kualitas Pendidikan


INDONESIANSTUDY.COM – JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan TNI Angkatan Laut Republik Indonesia.  

Hal itu dilakukan dalam rangka mengisi dan mendukung pendidikan pada kedua lembaga tersebut. Dr. Nawiroh Vera, selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Dr. Rusdianta, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mewakili pihak Budi Luhur, sedangkan dari pihak TNI AL Dr. Ivan Yulivan, SE, MM, CHRMP, M.Tr (Han) Laksamana Pertama TNI, selaku Kepala Dinas Pendidikan TNI AL (28/04).

Deputi Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Wendi Usino, M.Sc mengaku, pihaknya tertantang untuk menggali materi kemaritiman. Penelitian bersama TNI AL akan memberi masukan banyak di bidang kemaritiman, dan pengabdian masyarakat dalam menjangkau wilayah tanah air yang lebih luas

Dengan tema Peran Milenial Dalam Meningkatkan Potensi Kemaritiman Wendi berharap melalui kerjasama ini kualitas Tridharma Universitas Budi Luhur akan meningkat, khususnya di bidang kemaritiman. 

Dr. Ivan Yulivan selaku Kepala Dinas Pendidikan TNI AL menyampaikan, Ilmu pengetahuan kemaritiman masyarakat Indonesia  masih sangat perlu ditingkatkan. Negara kita 2/3 wilayahnya adalah maritim, kekayaan laut Indonesia akan sangat bisa menopang APBN dan membuat negara kita makmur. Untuk itulah TNI AL bekerjasama denan Universitas Budi Luhur.

Ivan Yulivan, yang juga Profesor (HC) di bidang filsafat seni bela diri dan Doktor ilmu ekonomi itu memaparkan, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, berada di posisi strategis diantara dua samudra dan dua benua dan memiliki Sumber Daya Alam melimpah. 

Laut adalah sarana integrasi nasional, laut adalah deposit sumber daya alam yang mempu menghidupi negara kita, dan laut adalah sumber pertahanan negara kita. 34 pulau kecil kita dikelola pihak asing, dan hanya 21 pulau kecil dikuasai Indonesia. Ikan-ikan kita banyak dicuri pihak asing, maka 488 kapal asing pencuri ikan telah ditenggelamkan pada tahun 2014 – 2018,” kata Ivan.

Dia menjelaskan, sengketa pulau dengan 9 negara masih berlangsung, 37 kasus tumpahan minyak mentah terjadi selama 1998 – 2017, dan 9 juta ton sampah per tahun masih dibuang ke laut. 

Selain pemaparan angka-angka potensi ekonomi, TNI AL menekankan pentingnya pendidikan karakter bangsa dan agar kita kembali menjadi bangsa pelaut dan negara kelautan yang kuat. Materi dan cara penyampaian yang menarik  mengundang banyak pertanyaan berbobot dari Peserta.(ysf).

Related

national 5039582830245467153

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item