disqus

Perempuan di Indonesia Kurang Diminati Jadi Pemimpin Negara



UBL Adakan Survei Politika Research  Consulting 



INDONSIANSTUDY.com - JAKARTA – Saat ditanya latar belakang gender 
Calon Presiden-Calon Wakil Presiden 2024, mayoritas perempuan di Indonesia menginginkan pemimpin politik di negeri ini adalah laki-laki. ini terilihat dalam hasil survei Politika Research and Consulting PRC-PPI yang digelar salah satu universitas ternama di Jakarta Universitas Budi Luhur (10/03).

Hanya sekitar 7,2 persen saja yang menyatakan ingin sesama perempuan meraih posisi poltik tertinggi tersebut. Sebaliknya Capres-Cawapres laki-laki dipilih sekitar 72,2 persen oleh mayoritas responden perempuan. Sisanya Tidak Tahu atau Tidak Menjawab.

Menurut Direktur Utama Politika Research and Consulting (PRC) Rio Prayogo, angka 7,2 persen diatas dibagi empat nama yakni Tri Rismaharini (3,0 persen), Khofifah Indar Parawansa (2,6 persen), Susi Pujiastuti (1,1 persen) , dan Puan Maharani (0,5 persen).

Dalam pandangan Rio, ada satu alasan kuat yang ditemukan dalam survei ini alasan mengapa tokoh perempuan tersebut tidak banyak dipilih oleh pemilih perempuan sendiri.

“Sebesar 73,8 persen menginginkan pemimpin Indonesia adalah laki-laki, baik sebagai presiden maupun wakil presidennya. Tentu preferensi perempuan itu erat kaitannya dengan konstruk sosial budaya dan agama di Indonesia,” kata Rio.


Akan tetapi Rio menambahkan, hambatan itu bisa dimodifikasi. Caranya, tokoh tokoh perempuan yang memiliki kapasitas dan posisi politik strategis wajib tampil dan membawa agenda strategis kewanitaan yang lebih populer dan tidak elitis, seperti akses pendidikan, pengawalan akses kesehatan ibu rumah tangga dan anak disamping urusan utama yakni sembako.

“Puan Maharani, Khofifah IP, Tri Risma Harini atau tokoh tokoh politik lainnya jika ingin menjaga cita-cita di  2024 wajib mendekati pemilih perempuan dengan pola tersebut,” jelasnya.

Survei Nasional menggunakan metode multi stage random sampling. Jumlah responden di tiap kecamatan diambil secara proporsional berdasarkan data jumlah penduduk hasil sensus terakhir. Penentuan responden dilakukan dengan random sistematis.  Kriteria responden adalah masyarakat yang telah berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Gunakan Quality control untuk menjaga akurasi dan realibilitas data yang diperoleh.

Rektor Universitas Budi Luhur (UBL) Wendi Usino meminta, mahasiswanya harus cerdas berbudi luhur dan menjadi satu kesatuan baik mikro maupun makro,  karena menurutnya saat ini banyak sekali orang cerdas tetapi justru merusak Alam Situasi Politik dan Ekonomi.

“Alhmadulillah seluruh mahasiswa bisa mendengarkan paparan dan komentar dengan baik terkait hasil rilis atas kerjasma dengan pusat kerjsama kajian komunikasi.  Semoga mahasiswa bisa mengambil manfaat dan inspirasi yang dapat dijadikan bentuk dalam study,” pungkasnya.

Related

national 2768088607872586904

terkini

Recent Posts Widget

populer

TrueBusiness

Newsletter

item